AHY Ingin Tapaki Panggung Politik, Jokowi Malah Sodori Meja Kuliner?
Setelah Ketua Umum Partai Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra
Prabowo Subianto baru-baru ini. Banyak dorongan agar SBY juga bertemu dengan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk sebuah komunikasi politik.
Situasi politik yang terus
menghangat, terlebih menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 memang
dipandang cukup perlu ada pertemuan-pertemuan antar tokoh politik. Bisa sebagai
sebuah upaya meredakan gejolak, bisa juga dalam rangka menjali komunikasi
politik untuk membangun kekuatan koalisi menuju Pilpres 2019 mendatang.
UU Pemilu yang baru disahkan DPR
membuat peta politik untuk Pilpres 2019 sudah cukup terlihat sedari sekarang.
Besaran ambang batas untuk mengusulkan calon presiden adalah hasil pemilu 2014.
Jadi, komunikasi untuk membentuk koalisi sudah bisa dimulai semenjak saat ini.
Partai Demokrat pada pemilu 2014
mendapatkan 12.728.913 suara atau 10,9%, itu bukan nilai yang rendah. Meski
selama ini Demokrat cenderung mengatakan netral, akan tetapi angka 10,9% tidak
bisa dipandang enteng. Bahkan jika koalisi pemerintah sukses menarik partai
besutan SBY tersebut, maka kekuatan koalisi oposisi yang digawangi oleh
Gerindra praktis rapuh.
Seandainya Jokowi mampu merangkul
Demokrat, maka kekuatan koalisi yang dipimpinnya bakal sangat kuat, karena
hanya menyisakan beberapa partai saja untuk menantangnya di Pilpres 2019.
Demokrat sendiri semenjak tahun lalu
telah menyiapkan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk masuk
ke panggung politik. AHY didorong di Pilkada DKI Jakarta sebagai langkah awal
untuk memperkenalkannya ke publik sekaligus menakar kekuatan politiknya.
Masuknya AHY dalam Pilkada DKI
Jakarta yang lalu memang cukup mengejutkan, muncul di detik-detik terkahir
untuk melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sudah cukup populer
sebelumnya. Maka sangat sukar untuk diterima jika munculnya AHY saat itu untuk
memenangkan Pilkada. Banyak yang memperkirakan jika AHY ke Pilkada DKI Jakarta
adalah sebuah langkah awal dirinya ke politik, sasaran lebih besarnya
kemungkinan besar adalah percaturan politik 2019.
Setelah SBY mengeluarkan kritikan ke
pemerintah selepas melakukan pertemuan dengan Prabowo. Beberapa pihak menilai
jika Jokowi perlu menjalin kemunikasi dengan SBY, selain berusaha memperkuat
kekuatan politiknya sekaligus menggebosi koalisi yang mungkin terbetuk antara
Gerindra dengan Demokrat.
Hingga sebelum terjadinya pertemuan
antara AHY dan Jokowi hari ini, Kamis (10/8/2017), banyak yang menduga bahwa
perjumpaan tersebut adalah keinginan kedua belah pihak untuk menjajaki
komunikasi positif guna membangun kekuatas di Pilpres 2019.
Meskipun judul pertemuan yang
dilempar ke publik adalah untuk mengundang Presiden Jokowi ke acara peluncuran
The Yudhoyono Institute. Akan tetapi yang ditangkap adalah sebuah sinyal bahwa
Demokrat juga masih membuka pintu komunikasi dengan Jokowi.
Hal lain yang mungkin bisa dimaknai
oleh pertemuan ini adalah upaya AHY untuk terus mencari jalan menaiki panggung
politik.
Namun ternyata pertemuan tersebut
menawarkan kejutan-kejutan. Bisa jadi ini kebetulan, akan tetapi bisa juga apa
yang terjadi di Istana Merdeka hari ini adalah sebuah cara Jokowi menyampaikan
pesannya.
Ketika AHY datang entah untuk
melakukan penjajakan komunikasi koalisi atau sedang berusaha tampil kepublik
dalam bingkai pemberitaan politik, Jokowi malah menawarkan sesuatu yang
menarik. Ia malah mempertemukan AHY dengan anak sulungnya, Gibran Rakabuming.
Jokowi ditemani Gibran menyambut AHY
di Istana Merdeka. Pertemuan yang berlangsung lebih dari sejam tersebut digelar
di meja makan. Gibran yang juga pengusaha kuliner ini sengaja memasak menu
khusus di acara santap siang itu: Gudeg dan Bubur Lemu.
Jokowi sendiri seperti sengaja
meninggalkan anaknya dan AHI ketika bertemu dengan awak media. “Berdua saja,
biar leluasa,” ucap Jokowi sambil tersenyum, lalu meninggalkan ruangan
pertemuan.
Kamudian, di depan wartawan mereka
berdua berbicara mengenai Gudeg.
“Tadi disajikan bubur gudeg, saya
baru sekali ini, gudeg pakai bubur, tapi rasanya enak sekali. Mudah-mudahan
sukses mas usahanya, kita doakan. Nanti saya ajak teman-teman,” kata AHY.
Tampilan Gibran juga seakan kontras
dengan AHY. Suami Aliya Pohan itu mengenakan kemeja batik cokelat yang
dipadankan dengan celana bahan. Sedangkan Gibran berpenampilan santai
mengenakan hoodie biru muda yang dipadankan dengan celana jins biru tua.
Ini pola komunikasi yang cukup unik
dari Jokowi. AHY yang dinilai sedang ingin menapaki panggung politik malah
disodori Jokowi meja kuliner.
Sumber: http://www.suratkabar.id/
Belum ada Komentar untuk "AHY Ingin Tapaki Panggung Politik, Jokowi Malah Sodori Meja Kuliner?"
Posting Komentar